Contoh Cerita Hikayat
Contoh Cerita Hikayat

Cerita Hikayat

Diposting pada

Contoh cerita hikayat singkat mengenai Abu Nawas, Hang Tuah, Si Miskin, 1001 Malam, dan Bunga Kemuning mulai dari ciri-ciri, struktur teks, dan pengertian. Hikayat adalah salah satu karya sastra lama berbentuk prosa yang banyak dipakai dalam Bahasa Melayu dengan isi seperti kisah hingga dongeng. Hikayat banyak dibaca sebagai bacaan hiburan, pelipur kesedihan dan juga pembangkit semangat seseorang. Pengertian hikayat yang merupakan karya sastra lama tersebut biasanya berkutat pada cerita dari keluarga istana, bangsawan atau kepahlawanan.

Ciri-ciri hikayat antara lain sebagai berikut:

  • Bahasa yang dipakai adalah bahasa Melayu lama
  • Tema dan latar cerita berpusat pada kerjaan
  • Menunjukkan cerita yang mustahil atau di luar akal manusia
  • Bersifat kaku dan tetap
  • Tokoh yang diceritakan selalu memiliki kekuatan atau kesaktian tertentu
  • Tidak diketahui siapa pengarangnya (anonim)
  • Menggunakan bahasa di masa lalu (arkhais)

Struktur teks hikayat terdiri dari:

  1. Abstraksi

Bagian ini berada di awal cerita dan merupakan inti cerita yang akan dikembangkan menjadi peristiwa.

  1. Orientasi

Bagian berisi pengenalan yang berkaitan dengan waktu, tokoh, hingga latar dalam hikayat tersebut.

  1. Komplikasi

Isinya mengenai berbagai kejadian yang dihubungkan dalam sebab dan akibat yang biasanya mulai muncul konflik atau kerumitan dari suatu peristiwa.

  1. Evaluasi

Pada bagian ini, konflik yang sudah mencapai klimaks akan terlihat bagaimana penyelesaiannya.

  1. Resolusi

Solusi atas konflik yang terjadi dihadirkan oleh pengarang dalam bagian ini.

  1. Koda

Bagian ini berisi mengenai pelajaran atau amanat yang bisa diambil cerita.

Pada umumnya, hikayat mengandung pesan moral yang bersinggungan dengan kehidupan manusia sehari-hari. Meski bersifat istana sentris, cerita hikayat tetap bisa bermakna untuk masyarakat dari kalangan manapun. Lalu seperti apa teks hikayat tersebut? Berikut beberapa contoh yang bisa Anda pelajari.

Baca Juga : Contoh Abstrak yang Baik dan Benar Di Makalah

Cerita Hikayat Singkat

Hikayat tidak harus berisi kisah yang panjang. Kenyataannya, ada pula teks hikayat singkat yang bisa dipelajari. Hikayat singkat merupakan prosa lama yang isi ceritanya tidak terlalu panjang atau lebih singkat dari biasanya. Meskipun bentuknya lebih singkat, namun pesan moral yang dibawakan tetap mengena di hati para pembaca. Berikut salah satu cerita hikayat singkat yang bisa dipelajari.

 

Cerita Hikayat
Cerita Hikayat

Hikayat Tanjung Lesung

Pada suatu ketika, seorang pengembara yang terkenal dengan nama Raden Budog sedang istirahat. Ia beristirahat di suatu pantai, tepatnya di pohon ketapang laut. Angin sepoi-sepoi di pantai yang begitu sejuk membuatnya tertidur dengan lelap dan bermimpi. Di dalam mimpi itu, ia melihat dirinya sedang mengembara ke arah utara. Di tengah perjalanannya tersebut, ia bertemu dengan seorang gadis cantik nan rupawan. Ia pun terpikat dengan pesona gadis tersebut dan mengekarnya.

Ketika Raden Budog akan memegang tangan gadis cantik itu, tiba-tiba sebuah ranting pohon tempat ia beristirahat jatuh menimpa kepalanya. Karena terkejut, ia langsung terbangun dari mimpinya. Ia pun mengumpati ranting tersebut. “Dasar ranting keparat kau! Jika kau tidak jatuh di kepalaku, aku pasti sudah menikmati mimpiku yang indah tadi.” Sejak saat itu, ia selalu terbayang-bayang akan mimpi tersebut.  Ia tetap melanjutkan pengembaraan yang sejak awal ia lakukan.

Cerita Hikayat Abu Nawas

Hikayat Abu Nawas sangat populer di kalangan masyarakat. Yang membuatnya sangat populer adalah kecerdikan si Abu Nawas dan unsur humor yang disematkan dalam cerita. Cerita Abu Nawas hadir dalam berbagai versi. Berikut salah satu cerita hikayat Abu Nawas yang populer!

Hikayat Abu Nawas Tentang Ibu Sejati

Pada suatu tempat, ada kasus 2 perempuan yang keduanya sama-sama mengaku merupakan ibu kandung dari seorang bayi. Meski sudah menangani kasus serupa beberapa kali, hakim terlihat sangat bingung dalam menentukan yang mana ibu kandung bayi tersebut. Akhirnya, hakim pun menemui baginda raja untuk meminta bantuan dalam kasus ini.

Atas permintaan hakim, Sang Raja pun ikut turun tangan. Sang Raja merayu agar salah satu dari perempuan itu mau mengalah dan masalah cepat selesai. Namun ternyata, cara yang dipakai oleh raja juga tidak membuahkan hasil. Merasa putus asa, Raja pun segera memanggil Abu Nawas untuk menggantikan hakim menangani kasus ini.

Namun ternyata Abu Nawas tidak langsung hadir. Ia memilih untuk menunda sidang yang terjadi hingga esok hari. Ternyata penundaan ini dilakukan dengan sebab Abu Nawas masih mencari cara untuk menyelesaikan kasus ini.

Lalu keeseokan harinya, Abu Nawas datang bersama seorang algojo yang membawa pedang di tangannya. Setelah itu, Abu Nawas meminta agar bayi yang diperebutkan tersebut diletakkan di atas meja. Kedua perempuan yang sedang berselisih tersebut terlihat sangat terkejut dengan apa yang dilakukan Abu Nawas.

Abu Nawas pun mengatakan bahwa bayi tersebut akan dibelah menjadi dua jika tidak ada salah satu yang mengalah. Merasa adil, perempuan pertama menyetujui tindakan Abu Nawas tersebut. Namun perempuan kedua justru malah menangis dan tidak ingin bayi tersebut dibunuh. Ia bahkan rela mengalah dan membiarkan perempuan pertama memilikinya.

Mendengar hal tersebut, Abu Nawas langsung memberikan bayi yang sedang diperebutkan itu pada perempuan kedua. Abu nawas percaya bahwa perempuan kedua adalah ibu kandung dari bayi tersebut, karena tidak ada ibu yang rela melihat anaknya terluka hingga mati di depannya.

Cerita Hikayat Hang Tuah

Hikayat Hang Tuah biasanya berisi kisah kepahlawanan atau keberanian yang dapat membangkitkan semangat juang seseorang. Kisahnya menghadirkan tokoh yang berani melawan kejahatan yang meresahkan. Berikut cerita hikayat Hang Tuah yang bisa dijadikan pembangkit semangat! Untuk yang mau download bisa langsung kunjungi disini Hikayat Hang Tuah PDF.

Hikayat Hang Tuah

Alkisah pada zaman dahulu hiduplah sepasang suami istri yang bernama Hang Mahmud dan Dang Merdu. Tinggal di sebuah desa dengan nama Sungai Duyung, pasangan ini memiliki seorang putra yang bernama Hang Tuah. Daerah Sungai Duyung berada di bawah kepemimpinan seorang raja Bintan yang disegani oleh rakyatnya.

Pada suatu malam, Hang Mahmud mengungkapkan keinginannya untuk merubah nasih ke Bintan kepada sang istri. Lalu saat sedang tidur, ia bermimpi melihat bulan turun dari langit dan bersinar di atas kepala anaknya dengan menakjubkan. Saking terkejutnya, ia terkejut dan langsung menengok anaknya yang ternyata mengeluarkan bau semerbak wangi. Karena itu, paginya ia mengadakan selamatan sebagai bentuk doa atas mimpi yang dianggapnya istimewa tersebut.

Lalu pada suatu hari, ia pergi bersama Hang Tuah untuk membelah kayu bakar. Tiba-tiba sekawanan pemberontak datang menghadang. Ketika semua orang, Hang Tuah tetap berdiri tegak melawannya. Para pemberontak yang mencoba membunuhnya justru mati terkena kapak milik Hang Tuah. Sejak kejadian itulah Raja Bintan menaruh kepercayaan yang besar kepadanya.

Ternyata Para Tumenggung merasa iri dan memfitnah Hang Tuah sebagai pemberontak yang sebenarnya. Para Tumenggung ini menghasut Raja Bintan agar membunuh Hang Tuah. Namun Hang Tuah selalu gagal terbunuh karena dilindungi Allah SWT. Akhrinya, Hang Tuah pun lebih memilih pergi mengasingkan diri ke Tanjung Jingara.

Cerita Hikayat Si Miskin

Pada hikayat Si Miskin, pesan moral yang disampaik sangat bermanfaat bagi masyarakat. kisah ini mengajarkan manusia agar jangan terlalu terlena pada apa yang belum pasti terjadi dan hendaknya berusaha sebaik mungkin. Berikut cerita hikayat Si Miskin yang penuh makna.

Cerita Hikayat Si Miskin
Cerita Hikayat Si Miskin

Hikayat Si Miskin

Dahulu kala, hiduplah sepasang suami dan istri yang dikutuk menjadi miskin seumur hidupnya. Pasangan ini memiliki seorang anak laki-laki yang bernama Marakarma. Setelah anaknya lahir, pasangan ini justru hidupnya semakin kecukupan. Mereka pun hidup dengan bahagia.

Pada suatu hari, datanglah seorang peramal yang mengatakan bahwa anaknya akan membawa sial pada keluarga tersebut. Karena ketakutan, sang ayah tega membuang Marakarma. Semenjak anaknya dibuang, kehidupan pasangan tersebut justru malah semakin miskin dan menderita.

Di tempat lain, Marakarma yang dibuang mempelajari banyak hal. Namun, ia dituduh mencuri sehingga dibuang ke lautan oleh penduduk sekitar. Hingga akhirnya ia terdampar di pantai dan diselamatkan oleh putri Cahaya.

Sejak itu, ia memutuskan untuk pulang ke rumah orang tuanya. Dalam perjalanan pulang, ia terus menghadapi rintangan. Meski begitu, selama terus berusaha keras ia juga mampu menemukan banyak keberuntungan.

Cerita Hikayat 1001 Malam

Hikayat 1001 malam merupakan karya sastra epik yang berasal dari Timur Tengah pada Abad Pertengahan. Kumpulan kisah ini kabarnya menceritakan ratu Sassanid, Scheherazade yang memberikan kisah-kisah yang menarik pada sang suami, Raja Shahryar. Karena kisahnya selalu membuat penasaran, Raja pun menunda  hukuman mati kepada istrinya. Sang istri terus menceritakan kisah yang berbeda pada suaminya hingga 1001 malam. Berikut salah satu cerita hikayat 100 malam! Untuk yang mau download hikayat 1001 malam bisa langsung kunjungi disini Hikayat 1001 Malam DOC.

Hikayat 100 Malam

Pada suatu waktu, Raja Harun Ar-Rasyid terlihat begitu murung karena tidak ada yang mampu menjawab pertanyannya. Bahkan semua menteri dan para penasihat kerajaan pun tidak ada yang bisa menemukan jawaban memuaskan dari pertanyaan Raja. Akhirnya, para penasihat menyarankan agar Abu Nawas dipanggil untuk memecahkan pertanyaan Raja yang membingungkan itu.

Saat Abu Nawas sudah hadir, Raja mengatakan bahwa dirinya ingin tahu tentang dua rahasia alam. Abu Nawas pun bertanya rahasia alam mana yang ingin Raja ketahui. Baginda Raja pun bertanya, “Dimanakah batas Jagat Raya ciptaan Tuhan?”

Tanpa ragu, Abu Nawas menjawab, “Batasnya ada di dalam pikiran.” Ia pun melanjutkan, “Yang mulia, ketidakterbatasan itu hadir mendampingi keterbatasan. Sedangkan keterbatasan itu ada di dalam otak manusia berkat kuasa Tuhan. Karena keterbatasan itu, manusia tidak akan pernah tahu dimana batas Jagat Raya yang luas ini. Keterbatasan manusia tidak akan pernah mampu mengetahui sesuatu yang tidak terbatas.”

Raja pun tersenyum puas mendengar jawaban Abu Nawas dan bertanya lagi, “Mana yang lebih banyak di antara bintang yang ada di langit atau ikan yang ada di laut?”

Dengan tegas Abu Nawas menjawab, “Lebih banyak ikan di laut, Yang Mulia.”

Raja pun melanjutkan, “Bagaimana bisa? Apakah kau pernah menghitung jumlahnya?”

Abu Nawas pun menjelaskan bahwa setiap hari ikan ditangkap dalam jumlah yang besar, tetapi jumlahnya tidak pernah berkurang. Sedangkan bintang-bintang itu tidak pernah rontok jatuh ke bawah. Karena merasa puas, Raja pun memberi hadiah uang yang cukup banyak kepada Abu Nawas.

Cerita Hikayat Bunga Kemuning

Hikayat bunga kemuning merupakan kisah yang terkenal di tengah masyarakat dan berisi asal mula terbentuknya bunga kemuning. Berikut cerita hikayat bunga kemuning yang populer tersebut.

Hikayat Bunga Kemuning

Pada zaman dahulu, hiduplah seorang raja yang memiliki 10 putri cantik jelita. Putri-putrinya bernama putri Jambon, putri Jingga, putri Nila, Putri Hijau, Putri ungu, Putri kelabu, putri Biru, putri Oranye, putri Merah Merona dan terakhir Putri Kuning.  Istri sang raja telah meninggla setelah melahirkan putri terakhirnya. Kesembilan putri raja terkenal memiliki sifat yang manja. Sedangkan putri bungsunya  berperangai lebih baik.

Pada suatu ketika, sang raja pergi ke suatu daerah untuk dinas dan semua putrinya meminta oleh-oleh mewah kecuali putri bungsu. Putri Kuning hanya menginginkan ayahnya kembali dengan selamat. Ketika ayahnya kembali, putri Kuning justru diberi oleh-oleh kalung batu  hijau yang begitu mewah. Hal ini membuat kesembilan putri lainnya merasa iri hingga membunuh putri Kuning dan menguburnya tanpa ada orang yang tahu.

Selama beberapa waktu, sang raja pun sadar putri bungsunya tidak ada. Raja mencari putrinya kemana-mana namun tak bisa menemukan. Hingga pada suatu saat, Raja menemukan tanaman yang tumbuh di atas makam Putri Kuning dan menamainya tanaman Kemuning karena dianggap mirip denngan putrinya.

Contoh Teks Hikayat

Teks hikayat ada banyak sekali macamnya, dan contoh teks hikayat harus bisa diketahui unsur intrinsik maupun ekstrinsiknya. Berikut salah satu contoh teks hikayat yang bisa dijadikan referensi.

Contoh Teks Hikayat
Contoh Teks Hikayat

Hikayat Ramayana

Suatu ketika, Rama, Shinta dan Lesmana (adik Rama) pergi berburu di hutan Dandaka. Shinta menginginkan seekor kijang emas dan Rama mencarinya. Lesmana pun menyusul Rama dan membuat lingkaran untuk melindungi Shinta. Tetapi ternyata Shinta diculik oleh Rahwana. Rama pun terkejut karena Shinta tidak ada. Ia pun pergi mencari Shinta.

Pencariannya berhasil dengan bantuan dari pasukan kera yang dipimpin oleh kera putih, Hanoman. Rama pun mengalahkan Rahwana, namun ia tidak percaya lagi pada Shinta. Demi membuktikan kesetiaannya, Shinta menceburkan diri ke dalam api tetapi tubuhnya masih utuh. Rama akhirnya sadar dan mereka hidup bahagia.

Contoh Cerita Hikayat

Cerita hikayat dapat ditemukan dengan mudah di internet. Berikut salah satu contoh cerita hikayat yang menarik.

Contoh Cerita Hikayat
Contoh Cerita Hikayat

Hikayat Tiga Pengembara

Buyung, Kendi, dan Awang merupakan tiga sahabat yang sedang mengembara. Namun mereka kehabisan bekal saat di tengah hutan. Saat beristirahat di bawah pohon ara, mereka mulai membayangkan makanan. Ternyata, pohon ara itu ajaib karena bisa menjadikan nyata apa yang dibayangkan mereka. Tetapi, Buyung dan Kendi tidak bisa  menghabiskan makanan yang mereka dapat karena terlalu banyak. Akhirnya, nasi dan ayam sisa makanannya berubah menyerang kedua sahabat itu. Awan tidak mengalaminya karena makanannya sudah habis karena keinginannya hanya satu porsi. Saat terbangun, Awang sangat terkejut melihat dua sahabatnya meninggal karena makanan.

Contoh Hikayat Melayu

Cerita hikayat Melayu terkenal di kalangan masyarakat karena isi ceritanya mengandung pesan yang menyentuh. Berikut salah satu contoh hikayat Melayu.

Contoh Hikayat Melayu
Contoh Hikayat Melayu

Hikayat Tentang Abdullah

Abdullah berasal dari negari Arab yang memiliki nenek moyang dari Yaman dan bermigrasi ke Malaka. Ayahnya, Sheikh Abdul Qadir, menikah dengan Saimaa yang berasal dari Malaka. Namun setahun kemudian ibunya meninggal dunia dan juga ayahnya. Ketika itu, Abdullah mengajar Bahasa Melayu di Singapura.

Abdullah lahir pada tanggal 7 Safar tahun 1211 Hijriah. Abdullah adalah anak kelima dari lima bersaudara yang kesemuanya laki-laki. Keempat saudaranya meninggal dunia saat Abdullah masih kecil. Abdullah sering sakit pada usianya yang baru menginjak 4 bulan. Ayah dan ibunya tidak peduli dengan Abdullah sehingga banyak yang menawarkan untuk menjual Abdullah ke keluarga besar. Para orang tua mengambil nasihat ini untuk mencintai anak-anak sehingga hidupnya lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *